Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringati Hari Buruh, Ratusan Buruh di Brebes Gelar Aksi Demo Desak Lima Tuntutan

Thursday, 1 May 2025 | 04:57:00 WIB | 0 Views Last Updated 2025-05-01T11:57:54Z


Sawojajar News-
Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja di Kabupaten Brebes menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Brebes, Kamis (1/05/2025) siang. Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya adalah menuntut kenaikan upah yang layak.


Massa buruh mulai memadati kawasan sekitar gedung DPRD sejak pukul 10.00 WIB. Mereka menyampaikan aspirasi melalui orasi di depan gedung wakil rakyat, membawa lima tuntutan utama. Selain permintaan kenaikan upah, mereka juga mendesak pembukaan lapangan kerja bagi pekerja laki-laki.


Aksi tersebut sempat menyebabkan penutupan jalur Pantura di wilayah Kota Brebes. Demi kelancaran lalu lintas, pihak kepolisian mengalihkan arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan parah.


Usai berorasi, perwakilan buruh diterima oleh anggota DPRD Brebes serta perwakilan dari Pemkab Brebes dalam sesi audiensi.



Ketua Serikat Buruh Merdeka Indonesia (Sebumi) Brebes, Bambang Suhendi, menyampaikan bahwa para buruh mengajukan lima tuntutan, diantaranya yaitu, naikkan upah buruh Kabupaten Brebes menjadi Rp 3.500.000, hapus sistem kerja kontrak, lapangan kerja untuk laki-laki, perlindungan buruh dalam bentuk Perda tentang fasilitas transportasi yang nyaman, serta perbaiki jalan rusak dan penerangan jalan umum. 


Menurut Bambang, besaran UMK di Brebes yang saat ini hanya Rp2.103.100 sangat jauh tertinggal dibanding daerah lain, bahkan ada yang telah mencapai Rp5 juta. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah agar menyuarakan hal ini kepada pemerintah pusat.


Ia juga menegaskan bahwa peningkatan upah buruh akan berdampak positif bagi masyarakat luas, karena akan meningkatkan daya beli dan kesejahteraan.


Dalam aksi tersebut, buruh yang tergabung berasal dari berbagai organisasi seperti Sebumi, Kasbi, SPN, dan KSPSI. Mereka juga menyoroti rendahnya peluang kerja bagi laki-laki di sektor industri lokal.


Bambang menilai dominasi pekerja perempuan di pabrik-pabrik berpotensi menimbulkan ketimpangan sosial, seperti meningkatnya angka pengangguran laki-laki dan perceraian.


Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Brebes, Warsito Eko Putro, menjelaskan bahwa kebanyakan pabrik di Brebes bergerak di sektor garmen dan sepatu yang lebih membutuhkan tenaga kerja perempuan. Namun demikian, beberapa perusahaan tetap membuka peluang bagi pekerja laki-laki.


Ia menyebutkan adanya aplikasi "Siap Kerja" dari Kementerian Tenaga Kerja yang bisa dimanfaatkan oleh calon tenaga kerja laki-laki sesuai kompetensi masing-masing. 


Pihaknya juga telah berdiskusi dengan HRD perusahaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja laki-laki, meskipun perusahaan tetap memiliki kriteria tertentu dalam proses perekrutan karyawan. 


-Redaksi Sawojajar News

×
Berita Terbaru Update