Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rendahnya Cakupan Vaksinasi Hpv, Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tingkatkan Pemahaman Dan Peran Kader Kesehatan Desa Sawojajar

Saturday, 8 February 2025 | 16:38:00 WIB | 0 Views Last Updated 2025-02-09T00:38:16Z


Sawojajar News
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro tahun 2025, Muhammad Fachrul Anggara dari program studi Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan edukasi mengenai peran penting kader kesehatan dalam optimalisasi cakupan vaksinasi di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Kamis (30/01/2025) pagi. 


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader kesehatan mengenai pentingnya vaksinasi HPV dalam mencegah kanker serviks.


Angga selaku penyelenggara, menjelaskan bahwa kegiatan ini dijalankan karena hasil survei dan observasi yang telah dilakukan tim KKN-T Undip, bahwa rendahnya cakupan vaksinasi HPV di Desa Sawojajar terjadi karena tidak adanya pemahaman mendalam akan keterbutuhan vaksin HPV itu sendiri. Selain itu, keraguan masyarakat tentang maraknya berita bohong mengenai vaksin menjadi salah satu faktor penyebab kejadian ini.


Berdasarkan keadaan yang terjadi, maka dari itu Tim KKN-T Undip berupaya memperluas edukasi masyarakat melalui kader kesehatan yang menjadi garda terdepan sebagai jembatan penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.


Materi yang disampaikan pada kegiatan ini dikhsususkan untuk mnejadi bekal utama kader kesehatan, adapun materi yang disampaikan berkaitan dengan pengenalan tentang kanker serviks, vaksin, vaksinasi HPV serta peran penting kader posyandu dalam kegiatan vaksinasi.



“Peran kader kesehatan yang selayaknya turun memberikan edukasi kepada masyarakat perlu adanya pemahaman mendalam atas informasi yang ingin mereka sampaikan, dalam kegiatan ini berfokus pada vaksinasi HPV. Selain itu, diberikan materi mengenai komunikasi efektif agar para kader cakap akan komunikasi serta bisa memberikan informasi dengan baik sesuai keadaan masyarakat yang dihadapi,” ungkap Angga.


Pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan adanya sesi tanya jawab. Selain itu, kader kesehatan juga diberikan leaflet sebagai media edukasi yang mudah untuk dibaca dan dipahami kembali


Kegiatan ini mendapat antusias cukup baik dari para kader kesehatan yang mencoba aktif dan fokus dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Bidan desa, selaku penanggung jawab kader kesehatan juga memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan.


“Kegiatan yang sangat bermanfaat, adanya edukasi yang diberikan oleh mahasiswa tidak hanya memberikan informasi tentang vaksinasi dan komunikasi tetapi juga membuka wawasan baru para kader kesehatan untuk memaksimalkan peran mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” Ungkap Ibu Sulis selaku Bidan Desa.


Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan kader kesehatan diharapkan menjadi sebuah langkah awal terciptanya meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi HPV. (*) 

×
Berita Terbaru Update