Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala, tangan, kaki
Karena sayang
Karena sayang
Karena sayang
Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh
Begitu penggalan lirik lagu “Ku Jaga Diriku” yang dikenalkan oleh mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program “Sosialisasi Sentuhan Boleh dan Sentuhan Tidak Boleh” pada Senin (20/01/2025) pagi.
Dengan target sasaran siswa-siswi kelas tiga SDN Sawojajar 02, Dinda Putri Handayani (Kesehatan Masyarakat) sebagai pemateri sosialisasi tersebut mengatakan alasan pentingnya dilakukan kegiatan tersebut.
“Hal ini dilakukan agar siswa-siswi dapat lebih berhati-hati dalam menjaga tubuhnya untuk menghindari terjadinya seks usia dini yang kemudian harapannya dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks pada perempuan,” ujar Dinda.
Di masa sekarang ini, edukasi seks menjadi hal yang penting dan tidak dapat diabaikan. Pemberian edukasi seks merupakan upaya memberikan pemahaman terhadap anak sesuai dengan usianya.
Pemahaman yang diberikan berupa mengenali bagian-bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, berani mengatakan tidak terhadap orang lain yang ingin menyentuh bagian yang tidak boleh disentuh, serta apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi.
Menurutnya, memberikan edukasi seks kepada anak-anak usia SD memiliki tantangan tersendiri karena memerlukan pendekatan yang tepat. Meskipun begitu, mahasiswa KKN-T UNDIP berhasil mengedukasi siswa-siswi kelas tiga SDN Sawojajar 02 dengan menggunakan media presentasi yang menarik, mendongeng, mengenalkan lagu “Ku Jaga Diriku”, learning games, serta memasang poster di mading kelas.
Sosialisasi ini merupakan langkah yang positif dalam upaya memberikan edukasi seks yang komprehensif kepada anak-anak sejak dini. Dengan pemahaman yang baik tentang diri mereka, kesehatan reproduksi, dan batasan tubuh, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, kuat, dan mampu melindungi diri mereka sendiri. (*)

