Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Pelatihan Pembuatan Yoghurt Guna Tingkatkan Imunitas Tubuh bagi Ibu-ibu PKK

Saturday, 15 February 2025 | 04:48:00 WIB | 0 Views Last Updated 2025-02-25T04:25:58Z



Sawojajar News– Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), Aullia Dwi Rahmawati mahasiswa Program Studi S1 Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro.u


Aullia telah melaksanakan pelatihan pembuatan yoghurt sebagai olahan makanan fermentasi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.


Kegiatan ini diperuntukkan bagi ibu-ibu PKK RW 07 yang bertempat di Rumah Ibu Siti Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes pada Kamis (16/01/2025) siang.


Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai manfaat yoghurt sebagai makanan fermentasi yang kaya akan probiotik dan berperan dalam meningkatkan kesehatan tubuh, khususnya sistem imun.


Selain itu, kegiatan ini juga mendorong ibu-ibu untuk mempraktikkan pembuatan yoghurt sendiri di rumah, sehingga dapat menjadi alternatif camilan sehat bagi keluarga.


Pelaksanaan program diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat yoghurt, khususnya dalam meningkatkan imunitas tubuh dan kesehatan pencernaan.


Setelah itu, dijelaskan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat yoghurt secara homemade, serta tahapan pembuatannya secara rinci.


Untuk mempermudah pemahaman, dilakukan demonstrasi langsung pembuatan yoghurt, di mana ibu-ibu PKK dapat menyaksikan dan memahami setiap prosesnya.


"Ternyata membuat yoghurt itu mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Kami jadi lebih yakin untuk mencoba," ujar salah satu peserta pelatihan.


Ibu-ibu PKK juga diberikan kesempatan untuk mencicipi yoghurt yang telah jadi. Hal ini bertujuan agar mereka mengetahui rasa dan tekstur yoghurt homemade, sekaligus menjadi motivasi untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.


Sebagai tambahan, dibagikan leaflet yang berisi penjelasan singkat tentang yoghurt, manfaatnya, serta langkah-langkah pembuatannya, sehingga ibu-ibu dapat memiliki panduan tertulis yang dapat dijadikan referensi.


Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait variasi rasa yoghurt, daya tahannya, serta bahan tambahan yang dapat digunakan.


"Apakah yoghurt ini bisa ditambahkan rasa buah?" tanya salah satu ibu. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menunjukkan ketertarikan peserta untuk mengeksplorasi lebih lanjut pembuatan yoghurt di rumah.


Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang telah diberikan dan mulai membiasakan konsumsi yoghurt sebagai bagian dari pola hidup sehat. Selain itu, keterampilan ini juga dapat menjadi peluang usaha kecil yang dapat dikembangkan di lingkungan sekitar. (*)

×
Berita Terbaru Update