SawojajarNews-Cuaca ekstrem di perairan laut Brebes memaksa para nelayan Karang prawean Desa Sawojajar menepikan perahu mereka. Pasalnya, dalam sepekan terakhir saat mereka memaksakan diri mencari ikan ke tengah laut, didapati adanya ancaman gelombang tinggi.
Seorang nelayan asal Karang prawean, Desa Sawojajar Kabupaten Brebes, Samian mengatakan, cuaca buruk yang terjadi selama dua pekan terakhir, mengurungkan niatnya berlayar ke tengah laut.
Meskipun banyak rekan nelayan lain memaksakan diri untuk mencari ikan, dirinya enggan mengambil risiko berlayar dalam keadaan cuaca buruk.
“Cuaca buruk masih terus terjadi di laut Kota Brebes, banyak nelayan memilih memperbaiki alat tangkap ikan dibandingkan memaksakan melaut, karena taruhannya ancaman nyawa,” kata Samian saat ditemui “SN", SELASA (8/11).
Ia mengakui, saat ini hasil tangkapan ikan tengah sulit sulitnya. Karena tidak mencari ikan, maka penghasilan yang biasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun tidak dapat terpenuhi.
“Selama seminggu ini hampir semua nelayan di desanya tidak ada yang melaut, mereka lebih memilih memperbaiki alat tangkapnya,” ujarnya.
Ia memprediksi cuaca ekstrem akan terus berlangsung hingga akhir Desember mendatang. Atas kondisi tersebut, dirinya berharap adanya perhatian dari Bupati atau Pemerintah Kota Brebes dengan kebijakan yang pro terhadap nelayan yang tidak bisa melaut karena cuaca buruk.
Menurutnya, nelayan yang tidak bisa menangkap ikan karena cuaca ekstrem ini maka secara otomatis nelayan tidak dapat memenuhi kebutuhan dapur.
Ia pun menyayangkan kebijakan pemerintah yang dulu pernah ada terkait dana bantuan cuaca buruk pada 2006 lalu, saat ini sudah tidak ada. Padahal, para nelayan sangat membutuhkan bantuan dari pemkab itu, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup di saat cuaca buruk.
“Karena cuaca buruk, nelayan memaksakan cari ikan. Padahal mereka bertaruh nyawa agar bisa memenuhi kebutuhun sehari-hari. Nelayan yang khawatir, otomatis tidak ambil risiko itu. Dulu pernah ada bantuan pemkot sebesar Rp 600 ribu per kapal untuk nelayan di saat cuaca buruk, sekarang sudah tidak ada lagi." tutup Samian.