Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menghitung Kekuatan Calon Bupati Brebes

Thursday, 10 November 2016 | 07:51:00 WIB | 0 Views Last Updated 2016-11-10T18:22:40Z

SawojajarNews- kurang dari 3 bulan pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Brebes, persiapan pesta demokrasi di kabupaten Brebes sudah terasa di penjuru daerah. Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati telah gencar melakukan kampanye.

Kali ini redaksi SawojajarNews mencoba menghitung kekuatan dan kesempatan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Brebes. Secara kekuatan dukungan partai politik, pasangan petahana idza-narjo diatas kertas lebih kuat dengan meraih dukungan dari 8 partai politik, yaitu PDI-P, PAN, PKB, DEMOKRAT, GOLKAR, NASDEM, HANURA, dan PPP.

Sedangkan pasangan Suswono-Ahmad musttaqin, didukung dua partai politik, yaitu PKS dan Gerindra. Dengan melihat perbandingan dukungan partai politik tersebut, pasangan Idza-Narjo dinilai lebih unggul diatas kertas.

Trend Politik Tokoh

Namun dengan perbandingan diatas, tentu bukan berarti pasangan petahana bakalan mulus meraih kemenangan di pemilu 15 Februari 2017 nanti. Pasalnya, pasangan pesaing idza-Narjo yang maju di pemilihan nanti, merupakan tokoh politik yang sudah berpengalaman di kancah perpolitikan Nasional. Kita

Seperti diketahui, Soswono yang maju di pilkada Brebes, merupakan mantan menteri pertanian 2009-20014. Jika dilihat dari pengalaman perpolitikan Nasional, tentu Suswono lebih mengetahui kondisi perpolitikan.

Adanya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kali ini, juga bisa dijadikan barometer politik tokoh yang sedang trend dewasa ini. Politik tokoh mulai tenar di perpolitikan Indonesia pasca munculnya tokoh politik yang sebelumnya kurang diperhitungkan, ternyata muncul sebagai tokoh politik yang kuat, seperti Jokowi dan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok.

Kini masyarakat tidak lagi memandang calon pemimpin dari partai apa, tapi lebih memilih tokoh politik yang mempunyai visi dan misi jelas, dan kerja nyata yang dilakukan. Adanya fenomena seperti ini, bisa terjadi atas beberapa kemungkinan, kemungkinan yang paling menonjol atas fenomena ini ialah adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap partai politik, sehingga lebih memilih tokoh politik yang dinilai mempunyai kerja nyata yang bagus.

×
Berita Terbaru Update