Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Trend Mukidi Sebagai Simbol Ke-Indonesia-an

Friday, 9 September 2016 | 04:36:00 WIB | 0 Views Last Updated 2016-09-09T11:42:16Z

SawojajarNews- Beberapa waktu lalu dunia maya ramai membicarakan mukidi. Cerita lucu akan sosok mukidi ramai menjadi viral di dunia maya. Orang-orang pun bergegas mencari tahu siapa sebenarnya sosok mukidi.

Dalam beberapa ceritanya, mukidi digambarkan sebagai orang jawa yang banyak akal dan cerdik, namun diberbagai cerita juga mukidi digambarkan sebagai sosok konyol. Kecerdikan dan kekonyolan mukidi itulah yang kemudian memunculkan cerita-cerita lucu yang menghibur pembacanya.

Mukidi Ditinjau dari Sosiokultural
Dengan cepat nama mukidi menjadi tenar dikalangan masyarakat dunia maya di Indonesia. Namun dari ketenaran dan kelucuan cerita mukidi, sebenarnya ada nilai-nilai yang bisa kita ambil pelajarannya.

Dalam tulisan kali ini, penulis mencoba melihat fenomena mukidi dari perspektif kebudayaan masyarakat kita. Jika ditinjau dari kebudayaan, sebenarnya ketenaran sosok mukidi tidak mengherankan, sebab pada dasarnya masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan "guyon" yang cukup tinggi.

Jika menilik sejarah, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang gemar akan "guyon". Banyak sekali kebudayaan kita yang mencerminkan akan hal itu, kita bisa lihat di kebudayaan ludruk dan ketoprak di jawa, lenong di betawi serta sandiwara tarling di PANTURA, Semua kebudayaan itu mengandung unsur humor yang sangat kental. Hal itu sebagai bukti masyarakat kita suka akan humor. Bahkan dalam hal pengajian saja, masyarakat cenderung lebih menyukai kyai yang terknal lucu daripada kyai yang terkenal berilmu.

Kesukaan masyarakat kita dengan guyon menjadikan dunia humor tidak pernah kehilangan pasarnya. Bahkan jika kita menilik dunia hiburan di layar kaca, hampir setiap stasiun televisi memiliki program humor unggulan. Hal itu menjadikan beberapa komedian lebih berduit daripada aktor layar lebar. Sekali lagi hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kita suka akan humor. Dengan budaya suka bercanda di masyarakat kita, tidak mengherankan jika Indonesia masuk kedalam negara teramah di dunia.

Fenomena mukidi setidaknya bisa dijadikan renungan jika bangsa kita adalah bangsa yang suka guyon. Masyarakat kita adalah masyarakat yang suka berkumpul dan bercanda. Bukan masyarakat yang selalu menggunakan urat dalam menghadapi persoalan. Bukan masyarakat yang beringas ketika terjadi perbedaan, bukan masyarakat yang selalu melakukan sweeping membawa pentungan berbalut amarah dengan dalih menegakan syari'ah. Bukan masyarakat yang disenggol sedikit langsung bentrokan. Saling lirik langung tawuran, berbeda pendapat langsung saling mengkafirkan. Dan bukan masyarakat yang saat intrupsi sidang sambil pukul-pukulan.

×
Berita Terbaru Update