Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Fenomena Aa Gatot : Menilai Agama Bukan Dari Pakaiannya

Wednesday, 14 September 2016 | 02:23:00 WIB | 0 Views Last Updated 2016-09-14T09:23:08Z

SawojajarNews- Masyarakat kembali dikejutkan dengan pemberitaan dari dunia artis Indonesia. Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Gatot Brajamusti, diciduk BNN di sebuah hotel di NTB . Yah, lagi-lagi artis kita terjerat kasus narkoba. Namun kali ini bisa dikatakan lebih tragis, sebab yang terjerat kasus narkoba justru ketua umum organisasi artis film se-Indonesia.

Artis yang menjadi publik figur seharusnya memberikan tauladan yang baik buat masyarakat. Namun sangat disayangkan, hal itu tidak tercerminkan pada Gatot Brajamusti, terlebih dia merupakan kerua organisasi artis film.

Selain terjerat kasus narkoba, masyarakat juga dikejutkan dengan dugaan kasus-kasus lain yang mengarah kepada aktor yang dikenal sebagai Aa Gatot ini, yaitu kasus pelecehan seksual, dan pemilikan senjata api ilegal.

Terkait kasus pelecehan seksual, Aa Gatotot melakukan aksinya dengan kedok membuka padepokan spiritual. Dengan modus ini Aa Gatot diduga melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa "pasiennya" yang sedang melakukan penenangan spiritual di padepokannya.

Menilai Agama Bukan dari Busana
Sebagaimana masyarakat luas ketahui, sebelum kasus Aa Gatot mencuat, Aa gatot selain dikenal sebagai artis dan ketua PARFI, ia juga dikenal sebagai guru spiritual di kalangan artis.

Kalangan artis pun dibuat percaya keahlian gatot dalam permasalahan spiritual dengan hanya modal sorban putih, jubah, dan aksesoris lainnya yang Aa Gatot pakai, Aa Gatot berhasil membuat percaya masyarakat jika di adalag orang yang baik agamanya.

Ada dua point menarik yang bisa kita cermati, pertama ialah gersangnya spiritualisas dikalangan masyarakat modern, tidak terkecuali para artis. Jika kita telisik, padepokan-padepokan yang menyimpang dari syariat Islam biasanya berdalih membuka praktek praktisi spiritual. Kita tentu masih ingat dengan kasus Eyang Subur yang sempat menghebohkan pemberitaan media kita. Sebelum kasus  Eyang Subur mencuat, ia juga dikenal sebagai guru spiritual para artis, banyaknya artis yang pergi ke guru spiritual abal-abal ini, mengindikasikan jika ruh spiritual kalangan artis gersang, termasuk mungkin kita semua. Dengan kehidupan modern ini membuat masyarakat hanya fokus pada pemenuh kebutuhan fisik, tapi melalaikan kebutuhan psikis atau Ruhaniyah dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Rabb.

Yang kedua ialah, masyarakat kita masih menilai sesuatu dari penampilannya saja. Simbol-simbol masih sangat menjadi tolak ukur daripada esensinya. Pada kasus Aa Gatot mungkin banyak masyarakat yang percaya dengan kedalaman ilmu agama Aa gatot karena melihat penampilan Aa gatot. Yah, di layar kaca kita sering menyaksikan Aa gatot berpenampilan layaknya ulama besar dengan jubah dan sorban di kepalanya.

Padahal, dalam menilai seseorang baik atau tidak dalam urusan agama tidak hanya melihat dari penampilannya saja. Karena urusan agama ialah keimanan dan akhlak yang bisa kita lihat. Banyak sekali orang yang berpenampilan Islami justru berperilaku hewani. Bahkan tidak menutup kemungkinan pakaian Islami yang mereka gunakan hanya untuk memenuhi hasrat duniawinya saja. Wallahu a'lam...

×
Berita Terbaru Update