Sawojajar News– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil menanamkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) pada siswa kelas 4 SDN Sawojajar 02, Rabu (29/01/2025) pagi.
Melalui program edukasi yang kreatif dan interaktif, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang HPV, tetapi juga termotivasi untuk mengajak teman dan keluarga mereka melakukan vaksinasi.
Dwi Aprilia, mahasiswa KKN-T UNDIP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertema “Tak Kenal Maka Tak Kebal”. Tujuannya adalah mengenalkan vaksin HPV sejak dini agar anak-anak siap divaksinasi saat memasuki kelas 5.
"Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang HPV dan vaksinnya, kita berharap dapat meningkatkan cakupan imunisasi HPV di masyarakat," ujarnya.
Dalam kegiatan edukasi, Dwi menggunakan metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan permainan. Materi tentang vaksin HPV disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Selain itu, penggunaan media presentasi (PPT) dan permainan "Tangkap Jari" membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
"Saat ditanya cara mencegah kanker serviks, semua anak dengan semangat menjawab 'Vaksin HPV!' Ini menunjukkan bahwa mereka sudah memahami betul pentingnya vaksin ini," ungkap Dwi.
Sebagai bentuk sosialisasi lebih lanjut, Dwi membuat poster bertema "Ayo Vaksin HPV" yang kemudian ditempel di mading sekolah dan ruang kelas 4 dan 5.
Poster tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa dan juga mengajak orang tua untuk mendukung program vaksinasi HPV.
Program edukasi tentang vaksin HPV yang dilaksanakan di SDN Sawojajar 02 telah membuahkan hasil yang signifikan. Siswa-siswi kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai HPV dan pentingnya vaksinasi.
Tidak hanya itu, program ini juga berhasil meningkatkan motivasi siswa untuk divaksinasi. Bahkan, banyak di antara mereka yang berinisiatif mengajak teman dan keluarga untuk mengikuti vaksinasi HPV.
Dwi berharap program edukasi ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di daerah lain. "Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks," tambahnya. (*)
