Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringati Satu Abad Sitor Situmorang, Karang Taruna Desa Sawojajar Angkat Tema Politik dan Seni

Saturday, 26 October 2024 | 22:15:00 WIB | 0 Views Last Updated 2024-10-27T05:18:23Z


Sawojajar News-
Desa Sawojajar menjadi saksi perayaan satu abad kelahiran wartawan sekaligus sastrawan besar Indonesia, yakni Sitor Situmorang. acara tersebut digelar pada Sabtu (26/09/2024) malam di halaman balai desa sawojajar. 


Acara bertajuk Politik dan Seni ini dihadiri oleh seniman, pegiat seni, pegiat literasi, wartawan dan masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan seni mulai dari baca puisi, pameran dan diskusi sastra karya Sitor Situmorang. 


Dihadiri oleh dua narasumber utama, Eko Tunas, seorang seniman terkemuka, serta Muarif Essage, seorang penulis esai dan kritikus sastra, dan dimoderatori oleh Hendri Yetus Siswono, penyair kelahiran brebes. Acara ini berhasil menggali kaitan erat antara politik dan seni dalam kehidupan Sitor Situmorang.



Acara dimulai dengan pembukaan dari panitia, yang menyambut para hadirin dan menjelaskan pentingnya acara ini bagi masyarakat setempat. Ia mengungkapkan bahwa malam budaya ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebagai momen refleksi terhadap karya-karya Sitor yang banyak menyinggung aspek politik dan seni dalam masyarakat Indonesia.


Acara malam budaya ini dibuka dengan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi karya Sitor Situmorang oleh para seniman muda lokal, yang semakin menguatkan pesan bahwa seni dan politik adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam memahami kehidupan dan perjuangan bangsa.


Eko Tunas dalam kesempatan forum diskusi sastra mengupas bagaimana Sitor Situmorang, melalui karya-karyanya, menyentuh aspek politik secara mendalam, namun tetap sarat dengan sentuhan estetika yang kuat dan tajam. 


"Sitor mampu memadukan kritik sosial dan politik dalam puisinya dengan bahasa yang puitis dan tajam, tanpa kehilangan nilai keindahannya," ungkap Eko. Ia juga menyoroti bagaimana Sitor, sebagai seorang penyair, sering kali mencerminkan pergolakan batin seorang intelektual di tengah-tengah krisis politik bangsa.


Sementara itu, Muarif Essage mengangkat pandangan lain mengenai pengaruh seni dalam politik. Menurutnya, seni tidak hanya sebagai alat ekspresi, tetapi juga sebagai alat perlawanan dan refleksi terhadap kekuasaan. 



"Karya Sitor adalah bukti nyata bahwa seni memiliki kekuatan politik yang mampu mengguncang dan membuka kesadaran sosial masyarakat," jelas Muarif. Ia menambahkan bahwa peran seniman dalam masyarakat sering kali disepelekan, padahal mereka memiliki posisi penting dalam mengarahkan opini publik dan menyuarakan keadilan.


Diskusi ini menjadi sangat menarik karena kedua narasumber menghadirkan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. Eko Tunas melihat seni dari sisi estetika yang berpengaruh pada politik, sedangkan Muarif Essage menekankan pentingnya politik dalam menciptakan ruang bagi seni untuk tumbuh dan berdaya.


Dengan semangat Sitor Situmorang yang terus hidup melalui karya-karyanya, Desa Sawojajar menjadi saksi bahwa budaya, politik, dan seni selalu memiliki tempat di hati masyarakat.


***

×
Berita Terbaru Update